Seperti biasa waktu shalat ashar sudah masuk, maka bersiap-siaplah mengambil air wudhu, setelah selesai berwudhu maka sdh bersiap menghaparkan sajadah, setelah iqomah bersiaplah untuk melaksanakan shalat, maka berniat dan hening sejenak, saat mengangkat takbir Alloh Huu Akbar dan berkiyam, saat membaca doa iftitah dan Al Fatehah sampai surat pendek selesai dan rakaat pertama selesai masih berjalan lancar, tapi saat rakaat kedua kekhusyukan mulai terganggu, fokus terpecah, mulailah syetan merasuki pikiran ku untuk membuyarkan konsentrasi dan bacaanku, dengan tidak sengaja terlintas bayangan pekerjaan, orang-orang yamg agak membuat perasaan kurang positif dan berprasangka, begitu hebatnya sang iblis penggoda walau anak manusia dalam keadaan shalatpun masih bisa dia ganggu, disini adalah ujian yang selalu hadir didalam setiap manusia yang sedang berusaha mendekatkan dirinya kepada Alloh, maka aku pun tersadar bahwa sudah hilang ke khusyukan ku, dan dasyatnya lagi sampai aku lupa sudah rakaat ke berapa, Yaa Alloh ampunilah hamba Mu yang penuh dosa ini, selesai shalat aku bertafakur dan beristigfar dan mengoreksi akan shalatku, ternyata masih jauh dari sempurna ibadahku selama ini, Yaa Alloh ampunilah dosa hamba Mu yang hina ini.
Diatas adalah gambaran kehidupan kita sehari-hari dalam beribadah, yang penuh godaan, karena memang syetan tidak akan pernah menyerah dalam menggoda anak manusia, sesuai dengan janji iblis untuk menggida anak cucu Adam.
Sahabat mungkin hal ini pernah terjadi kepada siapapun, tentang tidak mudahnya mendapatkan ke khusyukan, kita hanya disuruh berusaha untuk khusyuk, paling tidak kita bisa merasakan di awasi oleh Alloh maka Insya Alloh kita akan mendapatkan khusyuk itu, walau khusyuk yang sebenarnya lebih dari hanya sekedar di awasi, yang sudah mempelajari tata cara khusyuk puh masih tidak mudah mendapatkannya kecuali ada Ridho Alloh serta Taufiq Hidyah Alloh maka khusyuk akan mudah dirasakan dan dipraktekkan dalam shalat dan dalam amal ibadah yang lainnya, Alloh Maha Mengetahui akan kemampuan hamba-hambanya, oleh karena itu kita sebagai manusia jangan sampai lepas dari Rahmad Alloh SWT, Aamiin......
Salam dari sang penunutut ilmu....