Jumat, 17 Juli 2020

CERITA MASA KECILKU

Tahun 1980, saat itu suasana Bulan Suci Ramadhan, saya lupa tepatnya bulan berapa dalam hitungan Hijriah dan tahun berapa, maklum saat itu masih kecil, saat akan menjelang berbuka puasa kami siap-siap di depan makanan yang beraneka ragam, saat itu lampu penerangan masih lampu strongkeng kata orang tua-tua dulu, pln belum masuk sampai ke kampung kami saat itu, suasana di dalam rumah sangat bersuka cita dan khusuk menunggu waktu berbuka puasa, setelah beduk magrib di masjid dan suara azan di kumandangkan ( ditambah suara suling pertamina tanda berbuka puasa) maka kami sekeluarga siap-siap menyantap makanan yg sudah dipersiapkan oleh ibu kami semenjak siang hari,suasana bahagia menyelimuti hati kami sekeluarga, Alloh telah memberikan kebahagiaan pada setiap Insan,
Ada rasa syukur didalam hati karena sudah bisa menyelesaikan puasa satu hari penuh, menahan haus dan lapar, begitu polosnya kami saat itu, selepas buka dan melaksanakan shalat magrib berjama'ah, kami duduk bercengkrama sambil menunggu waktu shalat Isya, kira-kira 30 menit sebelum masuk waktu Shalat Isya, saya bersama beberapa teman sudah berlari menuju masjid, sampai di masjid kami berebut untuk memukul beduk sebagai musik pembuka pengantar shalat taraweh, beduk yang dipukul sangat indah didengar, kami menikmati suara beduk yang ditabuh dengan penuh semangat, ini adalah tradisi di kampung kami, saat ini suasana seperti itu sudah tidak dapat di temui lagi, sudah tergerus oleh zaman dan waktu, terasa sekali keakraban kami saat itu, dari kami anak-anak yang masih kecil, masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 2 bersama kakak kami yang remaja bergabung bermain bersama sampai waktu shalat Isya tiba dan lanjut shalat Taraweh.
Aku dulu punya beberapa sahabat yang baik, mereka selalu bermain bersama, kami bersama dalam suka dan duka, ada Adi yang orang tuanya tentara, yang kami tau beiau sempat ikut berjuang saat pembebasan wilayah di timor-timor sekarang menjadi negara Timor Leste, ada Selamet yang orang tua nya berjualan makanan di dekat sekolahan, orang tuanya baik sekali, aku dan keluarga ku sering menikmati makanan yang di jual oleh ibunya Selamet, kami memanggilnya Bulek Ning, rawon buatannya maknyus tenan, gado-gadonya juga nikmat sekali, Selamet anaknya sedikit bandel, tapi dia teman yang baik, saat ini dia sudah tidak tinggal di kota kami Balikpapan, sudah pindah ke jawa sejak lulus SMP, ada teman kami lagi Hariansyah, dia pindahan dari Tanah Grogot kabupaten Paser, ini juga salah satu sahabat ku yang paling dekat, suka duka kami rasakan bersama, bahkan berkat dia saya menjadi seorang pesilat di salah satu perguruan besar di Indonesia, sayangnya dia tidak sampai selesai, dan masih banyak lagi sahabat yang lain yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu, masa- masa itu adalah masa yang paling bahagia yang kami rasakan, tidak ada beban pikiran apapun, hanya bermain dan berkarya, itulah sedikit cerita dimasa kecilku, lain waktu akan aku tuliskan kisah-kisah kami dahulu.

Jadilah orang yang selalu bahagia saat ini, jangan tunggu nanti, tapi saat ini disini.

Meditasi: Seni Menemukan Ketenangan di Tengah Kesibukan

Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak dari kita sering merasa stres, cemas, atau kelelahan secara mental. Salah satu cara terbaik unt...