Minggu, 19 Oktober 2014

Kucing Mencari Tuhan

Ada seekor kucing sedang duduk termenung, si kucing bertanya dalam hati, pasti alam semesta ini ada yang menciptakan, aku pun pasti ada yang menciptakan kata kucing dalam hati, apakah itu yang dinamakan Tuhan, hemmm...kucing bergumam, jadi Tuhan itu yang mana? Si kucing bertanya pada dirinya sendiri, lalu kucing berfikir mungkin matahari itu Tuhanku, karena dia yang menyinari alam semesta ini, lalu si kucing datang kepada matahari dan terjadilah dialog  antara si kucing dan matahari :

Kucing  :  Assalamualaikum wahai matahari

Matahari : Wa'alaikumsalam wahai kucing, ada apa engkau datang
                   Kemari?

Kucing  :  wahai matahari aku hendak bertuhan kepada matahari,
                  Karena engkau sangat kuat dan menyinari alam semesta ini.

Matahari : wahai kucing engkau salah, aku ini tiada kuasa, jika datang
                   awan aku tidak kelihatan cahayaku tertutup awan, datanglah
                   engkau kepada awan.

Lalu si kucing meninggalkan si matahari dan datang kepada awan, dan terjadi dialog antara kucing dan awan :

Kucing : Assalamualaikum ya awan

Awan : Wa'alaikumsalam wahai kucing, ada apa engkau datang kepadaku?

Kucing : aku datang kepada engkau wahai awan untuk bertuhan kepada engkau.

Awan : wahai kucing engkau salah datang kepadaku, aku ini jika ditiup angin maka tubuhku hancur berantakan, datanglah engkau kepada angin, mungkin engkau akan dapat jawabannya.

Lalu si kucing berjalan mencari si angin, dan bertemulah si kucing dengan angin dan terjadilah dialog :

Kucing  : Asalamualaikum wahai angin

Angin : Wa'alaikumsalam wahai kucing, apa gerangan yang membawamu kemari menemui ku?

Kucing :  Wahai angin ijinkan akau untuk bertuhan kepada engkau.

Angin :  wahai kucing, engkau salah datang kepadaku, karena walau kecangnya anginku tapi aku tetap akan kalah jika aku bertemu dengan gunung, karena jika ada gunung maka akupun berbelok dan tidak biasa menembus gunung, gununglah yang paling kuat.

Lalu si kucing berpikir keras untuk mendapatkan jawaban yang pasti, lalu si kucing bergegas mendatangi gunung dan terjadilah dialog

Kucing  :  Assalamualaikum wahai gunung

Gunung  :  wa'alaikumsalam wahai kucing, ada apa yang membawamu kemari wahai kucing?

Kucing :  aku datang kemari hendak bertuhan kepada engkau wahai gunung.

Gunung  :  wahai kucing engkau salah datang kepadaku, walau engkau tahu badanku besar dan berdiri kokoh, aku akan kalah jika tikus-tikus itu menggerogoti kaki-kaki ku maka aku akan runtuh.

Lalu si kucing pergi berlalu dengan hati kecewa, lalu dia mencari si tikus, dan bertemulah si kucing dengan tikus dan terjadilah dialog :

Kucing  :  Assalamualaikum wahai tikus

Tikus  :  Wa'alaikumsalam wahai kucing ( sambil ketakutan si tikus menjawab), a..a..a...ada apa engkau mencari aku wahai kucing?

Kucing :  aku datang kepadamu ingin bertuhan kepadamj wahai tikus.

Tikus  : apa aku tidak salah dengar, aku saja melihat engkau sudah ketakutan gimana engkau akan bertuhan kepadaku.

Kucing : lalu dimana Tuhan berada?

Tikus  : wahai kucing mari ikut aku ke pinggir pantai siapa tahu kita bisa mendapatkan jawabannya.

Lalu si kucing dan tikus berjalan ke pinggir pantai, dan saat mereka sampai di pinggir pantai mereka berdua melihat seekor ikan yang kerjanya keluar masuk air laut dengan melompat-lompat, lalu si kucing bertanya kepada ikan :

Kucing : Assalamualaikum ikan

Ikan : Wa'alaikumsalam wahai kucing

Kucing : aku hendak bertanya kepada mu

Ikan : bertanya apa wahai kucing

Kucing : kenapa engkau dari tadi melompat-lompat terus keluar dan masuk ke dalam air?

Ikan : aku sedang mencari air wahai kucing

Kucing : engkau aneh sekali ikan, kan di sekeliling mu adalah air mengapa harus mencari lagi.

Ikan : hehehe... sama saja seperti kamu yang kesana-kemari mencari Tuhan,....hemmmmm....renungkanlah wahai kucing..

Dari cerita tersebut dapat kita simpulkan bahwa yang dicari tidaklah jauh dari dirinya sendiri, mari kita renungkan....(Awaluddin Makrifatullah- awal agama itu mengenal Alloh ) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Meditasi: Seni Menemukan Ketenangan di Tengah Kesibukan

Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak dari kita sering merasa stres, cemas, atau kelelahan secara mental. Salah satu cara terbaik unt...